Pulang Pisau, mitratnipolri.co.id
Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Wimoko, S.E., M.Si., mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi dalam kunjungan kerja untuk meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulang Pisau, Senin (22/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Banama Tingang, Jalan Trans Kalimantan, Desa Bereng, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Rombongan dipimpin langsung oleh Kasad Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi. Turut mendampingi Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, pejabat BNPB, perwakilan BMKG, serta staf pendamping.

Kedatangan rombongan disambut oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Kapolda Kalimantan Tengah, Kasdam XXII/TB, Bupati Pulang Pisau, Bupati Barito Selatan, Dandim 1011/Klk, Kapolres Pulang Pisau, Kapolres Kapuas, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Pulang Pisau.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan langsung ke lokasi karhutla di Jalan Trans Kalimantan, Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir, pada pukul 12.21 WIB. Selanjutnya, rombongan melaksanakan istirahat, salat, dan makan (isoma) di Kantor Bupati Pulang Pisau, kemudian mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla pada pukul 14.07 WIB.
Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Tengah yang dibacakan oleh Wakil Gubernur, disampaikan bahwa luas wilayah Kalimantan Tengah, karakteristik hutan dan lahan gambut, serta musim kemarau berkepanjangan yang dipengaruhi fenomena El Niño menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Tantangan tersebut meliputi sulitnya akses menuju lokasi kebakaran dan keterbatasan sumber air.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama BNPB, TNI-Polri, pemerintah kabupaten, dan Manggala Agni terus memperkuat koordinasi serta sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan yang dilakukan.

Sementara itu, dalam arahannya, Kasad menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan tugas kemanusiaan sekaligus bagian penting dari upaya menjaga keamanan dan ketahanan wilayah. TNI Angkatan Darat berkomitmen memberikan dukungan penuh melalui pengerahan personel, pemanfaatan alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta penerapan strategi operasional yang efektif sesuai kebutuhan di lapangan.
Kasad juga menginstruksikan para Babinsa untuk bersinergi dengan Bhabinkamtibmas, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam meningkatkan patroli di wilayah rawan kebakaran dan titik panas (hotspot). Selain itu, pemanfaatan teknologi pemantauan melalui satelit dan pesawat nirawak (drone) perlu dioptimalkan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini. Apabila ditemukan titik api, pemadaman harus segera dilakukan tanpa menunggu api membesar.
Lebih lanjut, Kasad menekankan pentingnya melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan generasi muda dalam mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Penegakan hukum secara tegas juga perlu dilakukan terhadap pelaku pembakaran lahan, baik perorangan maupun korporasi, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan tersebut, Korem 102/Pjg bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam meningkatkan efektivitas penanganan karhutla. Upaya ini diharapkan dapat melindungi masyarakat, mencegah meluasnya kebakaran, serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kalimantan Tengah.
Jurnalis:Husin Kaperwil Kalteng/Dery Humas
Red/Anto Prayoga
