Dandim 1015/Sampit Pimpin Ground Check dan Pemadaman Karhutla di Mentaya Seberang

Institusi TNI22 Dilihat

Kotawaringin Timur, mitratnipolri.co.id

Komandan Kodim (Dandim) 1015/Sampit, Letkol Inf. Dwi Candra Setyawan, S.I.P., memimpin langsung kegiatan ground check yang dilanjutkan dengan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersama unsur terkait di wilayah Sei Belayar, Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (9/10/2026).

 

Kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungan terhadap upaya penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Lokasi kebakaran yang berjarak sekitar 67 kilometer dari posko memiliki vegetasi berupa semak belukar dan kondisi tanah gambut. Kondisi tersebut memerlukan penanganan intensif guna mencegah api kembali menyala dan meluas ke area sekitarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Dandim 1015/Sampit bersama Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, S.Pd., M.AP., dan Danramil 1015-03/Mbk, Letda Inf. Iskandar, memimpin pengecekan lapangan sekaligus mendukung upaya pemadaman karhutla. Tim gabungan dari Posko Tanggap Darurat Karhutla Kabupaten Kotawaringin Timur, yang terdiri atas unsur BPBD, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya, bergerak melakukan pemadaman dan pembasahan di lokasi terdampak.

 

Kegiatan ground check dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi terkini di lapangan serta memastikan proses pemadaman dan pelokalisasian api berjalan dengan baik. Melalui pengecekan tersebut, petugas juga dapat mengidentifikasi kondisi medan dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

 

Berdasarkan hasil pengecekan, area karhutla diketahui cukup luas sehingga diperlukan penambahan personel untuk memperkuat upaya pemadaman. Penambahan personel diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran dan mempercepat pengendalian api di lokasi terdampak.

 

Personel gabungan melakukan pemadaman dengan membuat sekat pembatas untuk menghambat penyebaran api, sekaligus melaksanakan pembasahan pada area yang terbakar. Keberadaan api di permukaan tanah dan bara yang berpotensi bertahan di bawah permukaan lahan gambut menjadi perhatian khusus petugas.

 

Pembasahan dilakukan secara intensif untuk membantu memastikan bara api yang tersisa dapat dikendalikan. Langkah ini penting mengingat kebakaran di lahan gambut berpotensi kembali terjadi apabila masih terdapat bara api di bawah permukaan tanah.

 

Jurnalis:Husin Kaperwil Kalteng/Dery Humas 

Red/Anto Prayoga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *