Upaya mewujudkan Kalsel menjadi lumbung pangan nasional.

Banjarbaru – Kalsel, mitratnipolri.co.id

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan ( DPKP ) Provinsi Kalimantan Selatan, didukung penuh oleh pemerintah pusat telah menjalankan akselerasi program program strategis untuk mewujudkan Kalsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional, sebagaimana yang dicanangkan pemerintah oleh Presiden Prabowo , dalam Asta Citanya untuk menjadikan pertanian prioritas swasembada pangan menuju Indonesia siap menjadi lumbung pangan dunia, hal ini disampaikan Kepala Dinas DPKP Kalsel , Ir.H.Syamsir Rahman ,M.S. Senin (26/01/2026)

H.Syamsir Rahman mengatakan ‘” kerja keras di lapangan, sinergi antara petani, penyuluh dan seluruh stakeholder, serta dengan merangkul semua untuk bekerjasama, tahun 2025 telah menuai hasil nyata dalam peningkatan produksi dan indeks ketahanan pangan Kalimantan Selatan, sehingga Kalsel meraih berbagai penghargaan dibidang pertanian.”

” Sektor pertanian menjadi pilar kemandirian pangan, merupakan tekad bersama untuk terus bekerja keras, dan kini membuahkan hasil luar biasa. Produksi padi Kalimantan Selatan di tahun 2025 sukses tembus satu juta seratus delapan puluh tiga ribu 427 ton per GKG. Ini adalah lompatan besar naik 14,9 5 persen atau setara 153.000 859 ton dari tahun sebelumnya.” Ujarnya

Masih kata H. Syamsir ” tak hanya padi, produksi jagung Kalimantan Selatan , juga menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 150 5300 12 ton per JPK. Kenaikan ini tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi Pemprov Kalsel bersama Polda Kalimantan Selatan melalui program penanaman jagung secara masif di berbagai wilayah.”

Keberhasilan ini sejalan dengan meningkatnya nilai tukar Petani NTP sebesar 117 %, NTP Sub Tanaman Pangan 100 2,79 % dan NTP Hortikultura 100 2,54 %. Kenaikan NTP menjadi indikator nyata bahwa daya beli petani semakin membaik. Biaya produksi dapat ditekan dan hasil usaha tani telah memberikan keuntungan yang lebih layak, capaian ini menempatkan Kalsel sebagai urutan pertama di regional Kalimantan.

“Stabilitas pangan kita diakui secara nasional dengan raihan peringkat pertama Indeks Ketahanan Pangan Nasional dengan nilai yang kokoh 80 1,98 dengan capaian skor pola pangan harapan 90 3,1 poin. Ini membuktikan bahwa ketersediaan, keterjangkauan dan kestabilan harga pangan tetap terjaga. Melalui gerakan pangan murah, inflasi dapat ditekan sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kalimantan Selatan.” Ujarnya

Syamsir menegaskan, di tengah tantangan alih fungsi lahan dan perubahan iklim serta meningkatnya kebutuhan pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, terus mendukung program pemerintah melalui program cetak sawah rakyat.

Ini merupakan sebuah gerakan nyata untuk membuka lahan baru, mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, dari target 30.000 hektar, sebagai bagian dari program percepatan sekaligus memperluas area tanam baru dengan dukungan Brigade Pangan serta modernisasi pertanian.

Selain itu, program optimalisasi lahan rawa ,dan luas tambah tanam mengubah lahan pasang surut menjadi area produktif, sebuah gerakan nasional untuk memulihkan, memanfaatkan dan memaksimalkan potensi lahan di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dengan semangat yang tidak pernah surut, didukung modernisasi alsintan, di pastikan setiap jengkal tanah dapat menghasilkan panen berlimpah, yang pada akhirnya kita melangkah bersama untuk meraih dan mewujudkan kehidupan petani sejahtera dan Indonesia yang berdaulat.” Pungkasnya

Jurnalis : Mardian J – Kaperwil MMTP Kalsel

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *