Majalengka di Ambang Darurat: Longsor Menggila, 39 Bencana Terjadi dalam Satu Hari

Bencana Alam, Cuaca44 Dilihat

Majalengka, mitratnipolri.co.id

Hujan belum berhenti, tanah terus bergerak dan Majalengka kini berada di bawah bayang-bayang bencana yang datang beruntun. Dalam hitungan jam, laporan demi laporan masuk ke posko BPBD, hingga angka yang mencengangkan tercatat sejumlah 39 kejadian bencana hanya dalam satu hari.

Rentetan peristiwa ini menjadikan tanah longsor sebagai ancaman paling dominan di Kabupaten Majalengka sepanjang Januari 2026. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan, sejak 1 hingga 25 Januari, sedikitnya 58 bencana telah terjadi dan memengaruhi 2.253 warga serta merusak 716 rumah di berbagai wilayah.

Situasi terparah terjadi pada Jumat (23/1/2026). Hujan yang turun tanpa jeda sejak Kamis malam membuat kondisi tanah kehilangan daya ikat. Lereng-lereng yang selama ini dianggap aman mulai runtuh, memutus akses warga dan mengancam permukiman.

Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama BPBD Majalengka, Wawan Suryawan, menyebut kejadian ini sebagai fenomena yang belum pernah tercatat sebelumnya.

“Kami pernah menangani banyak bencana, tapi menerima 39 laporan dalam satu hari adalah yang pertama,” ungkapnya.

Dari puluhan laporan tersebut, 23 titik merupakan longsor dan pergerakan tanah, disusul 12 kejadian cuaca ekstrem, 3 banjir dan 1 rumah ambruk. Kombinasi hujan berdurasi panjang dan angin kencang disebut menjadi pemicu utama.

“Hujan berlangsung lebih dari lima jam dan terjadi merata. Tanah sudah jenuh, tidak mampu lagi menahan beban,” jelas Wawan.

Kondisi ini memaksa pemerintah daerah bergerak cepat. Bupati Majalengka Eman Suherman menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk mengutamakan keselamatan warga dan mempercepat penanganan darurat.

BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) diminta segera menangani wilayah terdampak, sementara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP3) diperintahkan mendata lahan pertanian yang terendam banjir.

“Tidak boleh ada keterlambatan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegas Eman.

Di tengah upaya penanganan, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Wilayah rawan longsor dan bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan, karena potensi bencana susulan masih sangat terbuka.

Majalengka kini menghadapi ujian berat. Hujan yang terus turun, tanah yang semakin rapuh dan waktu yang semakin sempit untuk mencegah jatuhnya korban.

Wartawan : (Wa’Leo / Herman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *