BIREUEN, mitratnipolri.co.id
Kepedulian terhadap korban banjir hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen terus mengalir. Istri Bupati Bireuen, Sadriah, S.K.M., M.K.M., turun langsung mendampingi Paguyuban se-Jabodetabek SEUSAMA (Seuramoe Syedara Lhokseumawe) bersama Front Penggerak Perubahan Nasional (FPPN) dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ke tiga gampong terdampak banjir, Kamis, (01/0126).
Tiga lokasi yang menjadi sasaran bantuan yakni Meunasah Pante Baro Kumbang Kecamatan Peusangan Siblah Krung, Meunasah Meuse Kecamatan Kutablang, serta Gampong Alue Bayeu Utang Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.
Dalam suasana penuh empati, Seusama menyalurkan berbagai kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, mulai dari sandang, perlengkapan ibadah seperti Al-Qur’an, sarung, mukena, baju koko, hingga pakaian balita dan anak-anak. Tak hanya itu, bantuan perlengkapan sekolah serta makanan khusus kebutuhan balita juga turut dibagikan kepada para keluarga korban banjir.
Yang membedakan misi kemanusiaan kali ini, Seusama turut menghadirkan tim healing dari Jakarta untuk memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak. Tim ini fokus membantu memulihkan trauma anak-anak yang terdampak langsung bencana banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Istri Bupati Bireuen, Sadriah, S.K.M., M.K.M., yang hadir bersama Ketua Seusama Zulkifly Ibrahim, S.E., Ak, menyampaikan bahwa dampak banjir di Kecamatan Peusangan Siblah Krung tergolong sangat parah.
“Dari 21 gampong yang ada di Kecamatan Peusangan Siblah Krung, hampir seluruhnya terdampak banjir hidrometeorologi pada 26 Desember 2025 lalu. Bahkan hanya satu gampong yang relatif selamat, itupun tetap terdampak karena akses menuju ke sana terisolir,” ungkap Sadriah.
Ia mengapresiasi kepedulian Seusama dan para relawan yang datang dari jauh demi membantu masyarakat Bireuen.
“Kehadiran Seusama dan para relawan ini bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa harapan dan kekuatan moral bagi masyarakat, terutama anak-anak yang masih menyimpan trauma pasca banjir. Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Bireuen, kami menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Seusama Zulkifly Ibrahim, S.E., Ak dalam sambutannya menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas masyarakat Aceh dan masyarakat lainnya se- Jabodetabek terhadap saudara-saudara mereka yang sedang tertimpa musibah.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun kami berharap dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kami yang terdampak banjir. Bantuan ini terhimpun dari masyarakat Aceh di perantauan, masyarakat Jabodetabek, serta para donatur yang peduli terhadap musibah besar ini,” ujar Zulkifly.
Ia menegaskan bahwa Seusama akan terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat ketika dibutuhkan.
“Kami percaya, kepedulian dan kebersamaan adalah kekuatan utama dalam menghadapi bencana. Seusama akan terus berupaya menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.
Kegiatan penyaluran bantuan ini berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan, disambut antusias oleh warga setempat. Tangis haru, doa, dan senyum anak-anak menjadi saksi bahwa solidaritas dan kemanusiaan masih hidup dan terus menyala di tengah musibah.
Abuyan
Editor : Taufik S







