Camat Pagedangan Ikuti Imbauan Bupati: Warga Diminta Tanpa Kembang Api Saat Tahun Baru
Tangerang Banten
mitratnipolri.co.id || Camat Pagedangan H.Ramdani ikuti himbauan dari bupati Tangerang untuk masyarakat tidak menyalakan kembang api dan mercon saat perayaan malam tahun baru 2026.
H.Ramdani menilai langkah bupati itu sudah bijak untuk diikuti, sebab dilakukan sebagai bentuk empati terhadap korban bencana di Pulau Sumatera.
ini instruksi dari kepala daerah dan langkah bupati sangat bijak,” ucapnya
Ia menambahkan bahwa bukan hanya larangan menyalakan kembang api, menurutnya bupati juga mengimbau masyarakat tidak melakukan konvoi dan pawai kendaraan di jalan raya demi menjaga kondusivitas wilayah.
bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak menggelar pawai, baik menggunakan sepeda motor maupun mobil, termasuk melakukan aksi kebut-kebutan di jalan, khususnya Masyarakat pagedangan,” ungkap Ramdani.
Menurutnya, imbauan tersebut bukan untuk membatasi kegembiraan masyarakat, melainkan sebagai langkah menjaga keselamatan bersama serta menghormati para korban bencana yang saat ini masih dalam masa pemulihan.
Perayaan tahun baru tetap boleh dilakukan secara sederhana dan penuh kehangatan bersama keluarga. Silakan lakukan doa bersama, pengajian, atau kegiatan positif lainnya. Yang terpenting tidak mengganggu ketertiban umum jelasnya
Ramdani juga meminta para tokoh masyarakat, RT/RW, serta pengurus lingkungan untuk turut membantu menyosialisasikan imbauan tersebut kepada warga.
Peran tokoh masyarakat sangat penting. Kami berharap semua ikut mengingatkan warganya agar tidak ada kembang api, mercon, konvoi, maupun kerumunan berlebihan,” ujarnya.
Insyaallah kita kedepankan langkah humanis, persuasif. Namun bila ada pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan, tentu akan ditindak sesuai aturan tegasnya.
Di akhir, Ramdani berharap masyarakat Pagedangan dapat menyambut tahun baru dengan cara yang lebih bermakna.
Kita jadikan momen ini untuk introspeksi dan memperbanyak doa. Semoga tahun 2026 membawa kebaikan bagi kita semua,” tutupnya.
Jurnalis : (Abdul Fatah)







