MPR RI Dorong Ketahanan Sosial Lewat Pendalaman Empat Pilar di Pademangan Timur

Info Publik52 Dilihat

Jakarta, mitratnipolri.co.id : 

Agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI berlanjut di Pademangan Timur, Jakarta Utara, pada Senin siang (15/12/2025), dipimpin oleh Anggota MPR RI Sigit Purnomo, S.A.P., S.H. Kegiatan ini menjadi rangkaian lanjutan dari upaya MPR RI dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui penguatan literasi kebangsaan di wilayah padat penduduk.

Dalam penyampaiannya, Sigit, Purnomo , S.A.P, S.H, Anggota MPR RI tersebut menekankan bahwa keberagaman sosial yang mengisi kawasan pesisir Jakarta Utara memerlukan pendekatan kebangsaan yang lebih adaptif.

“Menurut saya, meningkatnya kebutuhan partisipasi warga dalam menjaga stabilitas sosial pada tingkat komunitas, terutama di tengah perubahan sosial yang dipicu migrasi urban, tekanan ekonomi, dan tingginya mobilitas penduduk, menjadi hal yang penting,” kata Pasha sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, bahwa Empat Pilar—Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—bukan hanya kerangka normatif, tetapi instrumen penguatan civic engagement yang dapat meningkatkan daya tahan masyarakat terhadap potensi konflik horizontal dan isu-isu SARA yang mudah tersulut di ruang digital.

“Yang kita hadapi hari ini bukan sekadar persoalan perbedaan, tetapi bagaimana perbedaan itu dikelola dengan kesadaran kebangsaan,” ujarnya dalam sesi pemaparan kepada warga.

Dirinya juga menambahkan, bahwa ruang publik yang sehat membutuhkan literasi ideologis yang kuat agar masyarakat mampu mengidentifikasi narasi yang merusak kohesi sosial.

Mengakhiri kegiatan, Anggota MPR RI tersebut menegaskan, bahwa ketahanan sosial tidak dapat dibangun hanya melalui instruksi negara, melainkan melalui konsistensi masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam skala yang paling dekat: keluarga, lingkungan, dan komunitas lokal.

“Saya berharap, penguatan Empat Pilar dapat memperkuat fondasi integrasi sosial di tengah tekanan perubahan zaman,” tegasnya.

Perlu diketahui, sesi diskusi ini berlangsung dinamis. Warga menyoroti tantangan terkait menurunnya interaksi antar-tetangga, perlunya pembinaan pemuda berbasis komunitas, serta kebutuhan akan forum-forum warga untuk memperkuat solidaritas lokal.

Catatan tersebut dianggap relevan mengingat vitalnya peran masyarakat dalam membangun budaya dialog di permukiman padat seperti Pademangan Timur.

Sumber : Humas MIO Indonesia PW Provinsi DKI Jakarta

Jurnalis : Irma
Editor : Taufik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *